-->

Misteri Ka'bah dan Hajar Aswad

Jufri Daeng Nigga | 12:01 AM |
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sebelum kita bahas misteri apa saja yang ada di Ka’bah, terlebih dahulu kita singgung secara sekilas sejarah Ka’bah itu sendiri… Oke kita langsung saja ke TKP!


Sejarah Ka’bah
=============
Ka’bah adalah sebuah bangunan suci bagi kaum muslim, yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia saat akan melaksanakan salat. Selain itu, bangunan ini juga merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi tiap tahun pada saat musim haji dan umrah.
Menurut sejarah, Ka’bah dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim bersama putranya Ismail atas perintah Allah swt., sebagaimana yang telah diabadikan dalam QS. Al-Baqarah: 125, “Ingatlah! Kami jadikan Rumah tempat berhimpun bagi sekalian manusia dan tempat yang aman; dan jadikanlah tempat Ibrahim sebagai tempat salat dan Kami perintahkan Ibrahim dan Ismail agar mereka membersihkan Rumah-Ku bagi mereka yang bertawaf, mereka yang itikaf, mereka yang ruku’ dan yang sujud.”
Ka’bah, yang sering juga disebut Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul Atiq (Rumah Tua) ini, adalah sebuah bangunan segi empat yang terbuat dari batu dan pualam. Di bagian dalam terdapat 3 pilar penyangga atap, dan ditutup dengan Kiswah (kain selubung hitam yang bersulam keemasan). Kemudian, disudut timur Ka’bah (bukan di tenggara sebagaimana yang diklaim oleh sebagian non muslim) terdapat Hajar Aswad, yaitu sebuah Batu Hitam yang berlapis logam sebagai pengikat agar tetap terjaga dari kerusakan.
Mula-mula, Hajar Aswad diletakkan oleh Nabi Ibrahim ditempatnya yang sekarang, yaitu di sudut timur Ka’bah. Tapi yang meletakkan untuk kedua kalinya adalah Muhammad, tepat ketika beliau masih berumur 35 tahun (sekitar 600 M). Peletakan kedua ini terjadi ketika Mekah dilanda banjir besar, sehingga dinding-dinding Ka’bah yang memang sudah mulai rapuh termakan usia, mengalami kerusakan parah. Setelah para pemuka Quraisy berhasil memperbaikinya, maka mereka sepakat menunjuk Muhammad untuk meletakkan Hajar Aswad ditempatnya yang semula.
Ka’bah pada mulanya bukanlah kiblat umat muslim, tapi berkiblat ke Baitul Maqdis di Palestina. Tapi setelah peristiwa Fathu Makkah (Penaklukkan Mekah) sekitar tahun 630 M, dimana berhala-berhala dan simbol-simbol kemusyrikan di Ka’bah sudah dimusnahkan, maka Allah swt. memerintahkan agar seluruh umat Islam di seluruh dunia berkiblat ke Ka’bah. Perintah ini tercantum dalam QS. Al-Baqarah: 144, “…Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al-Kitab (Taurat & Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu benar dari Tuhan-Nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan,”
Sampai saat ini, Ka’bah sudah mengalami beberapa kali pemugaran dan perbaikan. Perbaikan tersebut dilakukan akibat terjadinya kerusakan, baik karena perang maupun karena kehendak penguasa pada saat itu, ataupun karena adanya peristiwa alam seperti banjir. Berikut ini, beberapa peristiwa yang berhubungan dengan perbaikan Ka’bah:
Perbaikan oleh Kaum Quraisy; Dilakukan akibat banjir besar yang melanda Mekah sekitar tahun 600 M.
Perbaikan oleh Abdullah ibn Zubair; Dilakukan akibat kerusakan Ka’bah oleh tentara Yazid bin Umayyah sekitar tahun 64 H (683 M).
Pemugaran oleh Khalifah Abdul Malik; Dilakukan dengan alasan mengembalikan struktur Ka’bah ke bentuk aslinya seperti pada zaman Quraisy, sekitar tahun 74 H (193 M).
Perbaikan oleh Sultan Murad; Dilakukan akibat banjir yang melanda Mekah, sekitar tahun 1039 H (1629 M).
Pembangunan oleh Pemerintah Arab Saudi; Dilakukan dengan alasan penyempurnaan Ka’bah, sekitar tahun 1996 M.
Adapun ukuran tinggi Ka’bah yang ada saat ini adalah, 39 kaki 6 inci (kira-kira 11 meter; 1 kaki = 12 inci = 30 cm), dan ukuran total adalah 627 kaki persegi. Ukuran dalam Ka’bah adalah 42,64x29,52 kaki (atau kira-kira 12,7x8,85 m). Tebal tembok adalah 3,26 kaki (kira2 97,8 cm). Lantai di bagian dalam lebih tinggi 7,22 kaki (kira2 2,1m) dari dasar tanah di mana orang-orang melakukan Tawaf. Langit-langit dan atap terbuat dari kayu teak yang ditutup dengan baja stainless. Tembok terbuat dari batu. Batu-batu bagian dalam tidak dipoles, sedangkan bagian luar dipoles.
Demikianlah sekilas tentang Ka’bah, yang sejak dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail, sudah mengalami perombakan dan perbaikan hingga ke bentuknya yang sekarang ini.

Ka’bah dan Hajar Aswad
====================
Sebagaimana disebutkan di atas bahwa di sudut timur Ka’bah, terdapat sebuah Batu Hitam yang bernama Hajar Aswad. Menurut penelitian, Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga satu-satunya batu yang bisa mengambang di air.
Ini dibuktikan oleh pihak museum Inggris, dimana tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka'bah) ada disana. Pihak museum mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu hadits, Rasulullah saw bersabda: "Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam" (HR. Tirmidzi).

Ka’bah dan Para Astronout
=======================
Di dunia maya, puluhan bahkan ratusan situs internet menulis artikel tentang misteri Ka’bah. Rata-rata di awal tulisan, mereka mengutip pernyataan Neil Armstrong, seorang astronout berkebangsaan Amerika Serikat yang takjub melihat bumi di luar angkasa. Berikut pernyataannya: “Planet bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap. Siapa yang menggantungnya?”
Setelah Neil Armstrong membuat pernyataannya, beberapa astronout mengadakan penelitian lebih lanjut. Dan walhasil, yang mereka temukan bukan hanya planet bumi yang menggantung di kegelapan, tapi para astronout itu juga menemukan bahwa ternyata bumi mengeluarkan semacam sebuah radiasi yang bersifat infinity (tidak berujung). Bahkan radiasi tersebut tetap berlanjut ketika mereka mengambil gambar planet Mars. Di sudut bumi manakah radiasi ini berpusat?
Sebagian besar umat muslim meyakini bahwa radiasi tersebut berpusat di Ka’bah, Mekah. Para peneliti muslim percaya bahwa radiasi inilah yang menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam Akherat.

Ka’bah dan 'Zero Magnetism Area'
============================
Para ilmuwan membuktikan bahwa, di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama 'Zero Magnetism Area'. artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub. Dan lagi-lagi peneliti muslim meyakini bahwa, lokasi 'Zero Magnetism Area' adalah di Ka’bah, Mekah.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu pulalah, ketika kita mengelilingi Ka'bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. 

Ka’bah dan Rumus Fibonacci
=========================
Rumus Fibonacci adalah rumus yang ditemukan oleh Fibonacci, Matematikawan Italia. Rumus Fibonacci merupakan sederet angka-angka yang masing-masing angka dalam deret tersebut merupakan hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya. Angka-angka yang didapat dari hasil penjumlahan tersebut dinamakan angka Fibonacci. Dimulai dari 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, …dst.
Angka Fibonacci ini memiliki satu sifat menarik. Jika kita membagi satu angka dalam deret tersebut dengan angka sebelumnya, akan didapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Nyatanya, angka ini bernilai tetap setelah angka ke-13 dalam deret tersebut, yaitu: 1,618. Angka ini dikenal sebagai "golden ratio" atau "rasio emas".
Lalu, apa hubungannya dengan Ka’bah???
Hubungannya adalah ternyata jarak dari Ka’bah ke kutub utara dan jarak Ka’bah ke kutub selatan, dimana jarak terpanjang di bagi dengan jarak terpendek hasilnya adalah 1,618. Sebuah Rasio Emas, bukan? Begitu juga jarak dari Ka’bah ke barat dan jarak ka’bah ke timur dimana sisi panjang dibagi sisi pendeknya, juga ketemu angka 1,618. Lagi-lagi Rasio Emas. Selain itu, jarak diagonal ka’bah di peta, dari jarak sisi panjang ke sisi jarak pendeknya di bagi dua, juga akan menghasilkan jarak 1,618. Masih Rasio Emas…‼!

Makkah Pusat Bumi?
=================
Ada beberapa ayat Alquran yang bisa dijadikan referensi untuk mengatakan bahwa Makkah adalah benar-benar pusat bumi, dan tentu saja diperkuat dengan fakta-fakta yang dikemukakan diatas.
Ini ayatnya: “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Alquran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’ (Asy-Syura: 7)
Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.
Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.
Selain itu, Allah berfirman: ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33).
Kata aqthar di ayat diatas adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu diatas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Makkah atau Greenwich
====================
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

Ka’bah dan Yang Serupa Dengannya
==============================
Sebagai sebuah bangunan yang berbentuk segi empat (kubus), maka tidak bisa dipungkiri bahwa banyak bangunan-bangunan lain yang hampir menyerupainya. Tapi sebagai umat Islam, kita tidak perlu naik pitam, apalagi mengangkat senjata hanya karena melihat fenomena ini.
Tanpa bermaksud mengurangi nilai kesucian Ka’bah, kita layaknya lebih rasional dalam beragama. Karena pada hakekatnya, yang tidak bisa diserupai hanyalah Allah swt semata, karena Dia adalah “LAITSA KAMITSLIHI SYAI’UN”, tidak satu makhluk pun yang serupa dengan Dia. Ka’bah tetaplah Ka’bah, yang disucikan dan disakralkan, yang berfungsi sebagai pemersatu umat Islam dalam beribadah khususnya ibadah salat dan haji. Ka’bah hanyalah simbol keagamaan yang unik dan suci. Ia bukan Tuhan yang disembah. Berbeda dengan bangunan kotak lainnya yang saya tampilkan berikut ini:
Kotak Zoroazter:

Budaya Persia merupakan salah satu budaya terunggul di dunia sampai pada pertengahan abad Masehi. Jadi tidak heran jika pengaruh budayanya menyebar ke mana-mana dan bentuk makam keramat ini
Kotak Batu Jin yang banyak terdapat di kota kuno Petra di Yordania:

Kotak batu ini melambangkan Dewa Dushara yang disembah masyarakat kuno Nabasia
Apple Computer Center alias toko Komputer milik Apple Corporation

bangunan ini adalah Customer Service untuk para pengguna Apple Computer. Dibangun di luar bangunan-bangunan besar yang ada di Manhattan, untuk memudahkan konsumen mencari Apple Center yang dibuka 24 jam selama setahun. Sangat mirip memang, tapi fungsi dan tujuannya yang berbeda dengan bangunan Ka’bah. Lagipula, bangunan ini tidak ada Hajar Aswadnya. Hehehe….!
Sebenarnya masih ada gambar yang lain, tapi bagi saya ini sudah cukup bagi kita untuk instrospeksi diri…Wassalam. Semoga bermanfaat.<joe>

3 komentar:

Silahkan berkomentar secara bijak Sobat...!